HeadLine:
Religious Comments Pictures
"Kerinduanku Pada Baitullah"
Home » » Hadist Arba'in

Hadist Arba'in

27 Mei 2012 | 0 komentar

Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia
berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

"Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan".(Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan kedua kitab Shahihnya yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang) .

Catatan :
Hadits ini merupakan salah satu dari hadits-hadits yang menjadi inti ajaran
Islam. Imam Ahmad dan Imam syafi’i berkata : Dalam hadits tentang niat ini
mencakup sepertiga ilmu. Sebabnya adalah bahwa perbuatan hamba terdiri
dari perbuatan hati, lisan dan anggota badan, sedangkan niat merupakan salah
satu dari ketiganya. Diriwayatkan dari Imam Syafi’i bahwa dia berkata : Hadits
ini mencakup tujuh puluh bab dalam fiqh. Sejumlah ulama bahkan ada yang
berkata : Hadits ini merupakan sepertiga Islam.
Hadits ini ada sebabnya, yaitu: ada seseorang yang hijrah dari Mekkah ke
Madinah dengan tujuan untuk dapat menikahi seorang wanita yang konon
bernama : “Ummu Qais” bukan untuk mendapatkan keutamaan hijrah.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Umar radhiallahuanhu juga dia berkata : Ketika kami duduk-duduk disisi Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia duduk dihadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada kepada lututnya (Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam) seraya berkata: “ Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam ?”, maka bersabdalah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam : “

"Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Ilah (Tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu “, kemudian dia berkata: “ anda benar “. Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang membenarkan. Kemudian dia bertanya lagi: “ Beritahukan aku tentang Iman “. Lalu beliau bersabda: “ Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk “, kemudian dia berkata: “ anda benar“. Kemudian dia berkata lagi: “ Beritahukan aku tentang ihsan “. Lalu beliau bersabda: “ Ihsan adalah engkau
beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau” . Kemudian dia berkata: “ Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya)”. Beliau bersabda: “ Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya “. Dia berkata: “ Beritahukan aku tentang tanda-tandanya “, beliau bersabda: “ Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian) berlomba-lomba meninggikan bangunannya “, kemudian orang itu berlalu dan aku berdiam sebentar. Kemudian beliau
(Rasulullah) bertanya: “ Tahukah engkau siapa yang bertanya ?”. aku berkata: “ Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui “. Beliau bersabda: “ Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian (bermaksud) mengajarkan agama kalian “.(Riwayat Muslim)

Catatan :
Hadits ini merupakan hadits yang sangat dalam maknanya, karena didalamnya
terdapat pokok-pokok ajaran Islam, yaitu Iman, Islam dan Ihsan.
Hadits ini mengandung makna yang sangat agung karena berasal dari dua
makhluk Allah yang terpercaya, yaitu: Amiinussamaa’ (kepercayaan makhluk di
langit/Jibril) dan Amiinul Ardh (kepercayaan makhluk di bumi/ Rasulullah)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits ini:
Disunnahkan untuk memperhatikan kondisi pakaian, penampilan dan kebersihan, khususnya jika menghadapi ulama, orang-orang mulia dan penguasa. Siapa yang menghadiri majlis ilmu dan menangkap bahwa orang–orang yang hadir butuh untuk mengetahui suatu masalah dan tidak ada seorangpun yang bertanya, maka wajib baginya bertanya tentang hal tersebut meskipun dia mengetahuinya agar peserta yang hadir dapat mengambil manfaat darinya. Jika seseorang yang ditanya tentang sesuatu maka tidak ada cela baginya
untuk berkata: “Saya tidak tahu“, dan hal tersebut tidak mengurangi kedudukannya.Kemungkinan malaikat tampil dalam wujud manusia. Termasuk tanda hari kiamat adalah banyaknya pembangkangan terhadap
kedua orang tua. Sehingga anak-anak memperlakukan kedua orang tuanya sebagaimana seorang tuan memperlakukan hambanya. Tidak disukainya mendirikan bangunan yang tinggi dan membaguskannya
sepanjang tidak ada kebutuhan. Didalamnya terdapat dalil bahwa perkara ghaib tidak ada yang mengetahuinya selain Allah ta’ala.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Abu Abdurrahman, Abdullah bin Umar bin Al-Khottob radiallahuanhuma dia berkata : Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :Islam dibangun diatas lima perkara; Bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan bahwa nabi Muhammad utusan Allah, menegakkan
shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji dan puasa Ramadhan.(Riwayat Turmuzi dan Muslim)

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menyamakan Islam dengan bangunan yang kokoh dan tegak diatas tiang-tiang yang mantap. Pernyataan tentang keesaan Allah dan keberadaannya, membenarkan kenabian
Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam, merupakan hal yang paling mendasar dibanding rukun-rukun yang lainnya. Selalu menegakkan shalat dan menunaikannya secara sempurna dengan syarat rukunnya, adab-adabnya dan sunnah-sunnahnya agar dapat memberikan buahnya dalam diri seorang muslim yaitu meninggalkan perbuatan keji dan munkar karena shalat mencegah seseorang dari perbuatan keji dan munkar. Wajib mengeluarkan zakat dari harta orang kaya yang syarat-syarat wajibnya zakat sudah ada pada mereka lalu memberikannya kepada orang-orang fakir dan yang membutuhkan.Wajibnya menunaikan ibadah haji dan puasa (Ramadhan) bagi setiap muslim.Adanya keterkaitan rukun Islam satu sama lain. Siapa yang mengingkarinya maka dia bukan seorang muslim berdasarkan ijma’. Nash diatas menunjukkan bahwa rukun Islam ada lima, dan masih banyak lagi perkara lain yang penting dalam Islam yang tidak ditunjukkan dalam hadits.Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “ Iman itu terdapat tujuh puluh lebih cabang “
Islam adalah aqidah dan amal perbuatan. Tidak bermanfaat amal tanpa iman demikian juga tidak bermanfaat iman tanpa amal.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud radiallahuanhu beliau berkata :Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan : Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari.Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan
dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara : menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada Ilah selain-Nya, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli surga hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli surga maka masuklah dia ke dalam surga.(Riwayat Bukhori dan Muslim).

Pelajaran yang terdapat dalam hadits
  1. Allah ta’ala mengetahui tentang keadaan makhluknya sebelum mereka
    diciptakan dan apa yang akan mereka alami, termasuk masalah kebahagiaan
    dan kecelakaan.
  2. Tidak mungkin bagi manusia di dunia ini untuk memutuskan bahwa
    dirinya masuk surga atau neraka, akan tetapi amal perbutan merupakan sebab
    untuk memasuki keduanya.
  3. Amal perbuatan dinilai di akhirnya. Maka hendaklah manusia tidak
    terpedaya dengan kondisinya saat ini, justru harus selalu mohon kepada Allah
    agar diberi keteguhan dan akhir yang baik (husnul khotimah).
  4. Disunnahkan bersumpah untuk mendatangkan kemantapan sebuah
    perkara dalam jiwa.
  5. Tenang dalam masalah rizki dan qanaah (menerima) dengan mengambil
    sebab-sebab serta tidak terlalu mengejar-ngejarnya dan mencurahkan hatinya
    karenanya.
  6. Kehidupan ada di tangan Allah. Seseorang tidak akan mati kecuali dia
    telah menyempurnakan umurnya.
  7. Sebagian ulama dan orang bijak berkata bahwa dijadikannya
    pertumbuhan janin manusia dalam kandungan secara berangsur-angsur adalah
    sebagai rasa belas kasih terhadap ibu. Karena sesungguhnya Allah mampu
    menciptakannya sekaligus.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Ummul Mu’minin; Ummu Abdillah; Aisyah radhiallahuanha dia berkata :Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Siapa yang mengada-ada dalam urusan (agama) kami ini yang bukan (berasal) darinya), maka dia tertolak. (Riwayat Bukhori dan Muslim), dalam riwayat Muslim disebutkan: siapa yang melakukan suatu perbuatan (ibadah) yang bukan urusan (agama)kami, maka dia tertolak.

Pelajaran yang terdapat dalam hadits:
  1. Setiap perbuatan ibadah yang tidak bersandar pada dalil syar’i ditolak dari
    pelakunya.
  2. Larangan dari perbuatan bid’ah yang buruk berdasarkan syari’at.
  3. Islam adalah agama yang berdasarkan ittiba’ (mengikuti berdasarkan
    dalil) bukan ibtida’ (mengada-adakan sesuatu tanpa dalil) dan Rasulullah
    Shallallahu'alaihi wasallam telah berusaha menjaganya dari sikap yang
    berlebih-lebihan dan mengada-ada.
  4. Agama Islam adalah agama yang sempurna tidak ada kurangnya.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Abu Abdillah Nu’man bin Basyir radhiallahuanhu dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
"Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui oleh orang banyak. Maka siapa yang takut terhadap syubhat berarti dia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Dan siapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka akan terjerumus dalam perkara yang diharamkan.
Sebagaimana penggembala yang menggembalakan hewan gembalaannya disekitar (ladang) yang dilarang untuk memasukinya, maka lambat laun dia akan memasukinya. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki larangan dan larangan Allah adalah apa yang Dia haramkan. Ketahuilah bahwa dalam diri ini terdapat segumpal daging, jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika dia buruk, maka buruklah seluruh tubuh; ketahuilah bahwa dia adalah hati “.(Riwayat Bukhori dan Muslim)

Catatan :
· Hadits ini merupakan salah satu landasan pokok dalam syari’at. Abu Daud
berkata : Islam itu berputar dalam empat hadits, kemudian dia menyebutkan
hadits ini salah satunya.

Pelajaran yang terdapat dalam hadits
  1. Termasuk sikap wara’ adalah meninggalkan syubhat .
  2. Banyak melakukan syubhat akan mengantarkan seseorang kepada
    perbuatan haram.
  3. Menjauhkan perbuatan dosa kecil karena hal tersebut dapat menyeret
    seseorang kepada perbuatan dosa besar.
  4. Memberikan perhatian terhadap masalah hati, karena padanya terdapat
    kebaikan fisik.
  5. Baiknya amal perbuatan anggota badan merupakan pertanda baiknya
    hati.
  6. Pertanda ketakwaan seseorang jika dia meninggalkan perkara-perkara
    yang diperbolehkan karena khawatir akan terjerumus kepada hal-hal yang
    diharamkan.
  7. Menutup pintu terhadap peluang-peluang perbuatan haram serta
    haramnya sarana dan cara ke arah sana.
  8. Hati-hati dalam masalah agama dan kehormatan serta tidak melakukan
    perbuatan-perbuatan yang dapat mendatangkan persangkaan buruk.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Abu Ruqoyah Tamim Ad Daari radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah
Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
"Agama adalah nasehat, kami berkata :Kepada siapa ? beliau bersabda : Kepada Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya dan kepada pemimpan kaum muslimin dan rakyatnya. (Riwayat Bukhori dan Muslim)
 
Pelajaran :
  1. Agama Islam berdiri tegak diatas upaya saling menasihati, maka harus
    selalu saling menasihati diantara masing-masing individu muslim.
  2. Nasihat wajib dilakukan sesuai kemampuannya.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Ibnu Umar radhiallahuanhuma sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
"Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada Ilah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, menegakkan shalat, menunaikan zakat. Jika mereka melakukan hal itu maka darah dan harta mereka akan dilindungi kecuali dengan hak Islam dan perhitungan mereka ada pada Allah Subhanahu wata'ala. (Riwayat Bukhori dan Muslim)

Catatan :
Hadits ini secara praktis dialami zaman kekhalifahan Abu Bakar As-Shiddiq,sejumlah rakyatnya ada yang kembali kafir. Maka Abu Bakar bertekad memerangi mereka termasuk di antaranya mereka yang menolak membayar zakat. Maka Umar bin Khottob menegurnya seraya berkata : “ Bagaimana kamu akan memerangi mereka yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallah sedangkan Rasulullah telah bersabda : Aku diperintahkan…..(seperti hadits diatas)” . Maka berkatalah Abu Bakar : “Sesungguhnya zakat adalah haknya harta”, hingga akhirnya Umar menerima dan ikut bersamanya memerangi
mereka.

Pelajaran yang terdapat dalam hadits:
  1. Maklumat peperangan kepada mereka yang musyrik hingga mereka
    selamat.
  2. Diperbolehkannya membunuh orang yang mengingkari shalat dan
    memerangi mereka yang menolak membayar zakat.
  3. Tidak diperbolehkan berlaku sewenang-wenang terhadap harta dan darah
    kaum muslimin.
  4. Diperbolehkannya hukuman mati bagi setiap muslim jika dia melakukan
    perbuatan yang menuntut dijatuhkannya hukuman seperti itu seperti : Berzina
    bagi orang yang sudah menikah (muhshan), membunuh orang lain dengan
    sengaja dan meninggalkan agamanya dan jamaahnya .
  5. Dalam hadits ini terdapat jawaban bagi kalangan murji’ah yang mengira
    bahwa iman tidak membutuhkan amal perbuatan.
  6. Tidak mengkafirkan pelaku bid’ah yang menyatakan keesaan Allah dan
    menjalankan syari’atnya.
  7. Didalamnya terdapat dalil bahwa diterimanya amal yang zhahir dan
    menghukumi berdasarkan sesuatu yang zhahir sementara yang tersembunyi
    dilimpahkan kepada Allah.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Abu Hurairah Abdurrahman bin Sakhr radhiallahuanhu dia berkata : Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
"Apa yang aku larang hendaklah kalian menghindarinya dan apa yang aku perintahkan maka hendaklah kalian laksanakan semampu kalian. Sesungguhnya kehancuran orang-orang sebelum kalian adalah karena banyaknya pertanyaan mereka(yang tidak berguna) dan penentangan mereka terhadap nabi-nabi mereka."(Bukhori dan Muslim)

Pelajaran :
  1. Wajibnya menghindari semua apa yang dilarang oleh Rasulullah
    Shallallahu’alaihi wasallam.
  2. Siapa yang tidak mampu melakukan perbuatan yang diperintahkan secara
    keseluruhan dan dia hanya mampu sebagiannya saja maka dia hendaknya
    melaksanakan apa yang dia mampu laksanakan.
  3. Allah tidak akan membebankan kepada seseorang kecuali sesuai dengan
    kadar kemampuannya.
  4. Perkara yang mudah tidak gugur karena perkara yang sulit.
  5. Menolak keburukan lebih diutamakan dari mendatangkan kemaslahatan.
  6. Larangan untuk saling bertikai dan anjuran untuk bersatu dan bersepakat.
  7. Wajib mengikuti Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam, ta’at dan
    menempuh jalan keselamatan dan kesuksesan.
  8. Al Hafiz berkata : Dalam hadits ini terdapat isyarat untuk menyibukkan
    diri dengan perkara yang lebih penting yang dibutuhkan saat itu ketimbang
    perkara yang saat tersebut belum dibutuhkan.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : "Sesungguhnya Allah ta’ala itu baik, tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang beriman sebagaimana dia memerintahkan para rasul-Nya dengan firmannya : Wahai
Para Rasul makanlah yang baik-baik dan beramal shalihlah. Dan Dia berfirman: Wahai orang-orang yang beriman makanlah yang baik-baik dari apa yang kami rizkikan kepada kalian. Kemudian beliau menyebutkan ada seseorang melakukan perjalan jauh dalam keadaan kumal dan berdebu. Dia memanjatkan
kedua tangannya ke langit seraya berkata : Yaa Robbku, Ya Robbku, padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan kebutuhannya dipenuhi dari sesuatu yang haram, maka (jika begitu keadaannya) bagaimana doanya akan dikabulkan. (Riwayat Muslim).

Pelajaran :
  1. Dalam hadits diatas terdapat pelajaran akan sucinya Allah ta’ala dari
    segala kekurangan dan cela.
  2. Allah ta’ala tidak menerima kecuali sesuatu yang baik. Maka siapa yang
    bersedekah dengan barang haram tidak akan diterima.
  3. Sesuatu yang disebut baik adalah apa yang dinilai baik disisi Allah ta’ala.
  4. Berlarut-larut dalam perbuatan haram akan menghalangi seseorang dari
    terkabulnya doa.
  5. Orang yang maksiat tidak termasuk mereka yang dikabulkan doanya
    kecuali mereka yang Allah kehendaki.
  6. Makan barang haram dapat merusak amal dan menjadi penghalang
    diterimanya amal perbuatan.
    Anjuran untuk berinfaq dari barang yang halal dan larangan untuk
    berinfaq dari sesuatu yang haram.
  7. Seorang hamba akan diberi ganjaran jika memakan sesuatu yang baik
    dengan maksud agar dirinya diberi kekuatan untuk ta’at kepada Allah.
  8. Doa orang yang sedang safar dan yang hatinya sangat mengharap akan
    terkabul.
  9. Dalam hadits terdapat sebagian dari sebab-sebab dikabulkannya do’a :
    Perjalanan jauh, kondisi yang bersahaja dalam pakaian dan penampilan dalam
    keadaan kumal dan berdebu, mengangkat kedua tangan ke langit, meratap
    dalam berdoa, keinginan kuat dalam permintaan, mengkonsumsi makanan,
    minuman dan pakaian yang halal.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Abu Muhammad Al Hasan bin Ali bin Abi Thalib, cucu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dan kesayangannya dia berkata : Saya menghafal dari Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam (sabdanya): "Tinggalkanlah apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu."(Riwayat Turmuzi dan dia berkata: Haditsnya hasan shoheh)

Pelajaran:
  1. Meninggalkan syubhat dan mengambil yang halal akan melahirkan sikap
    wara’.
  2. Keluar dari ikhtilaf ulama lebih utama karena hal tersebut lebih terhindar
    dari perbuatan syubhat, khususnya jika diantara pendapat mereka tidak ada
    yang dapat dikuatkan.
  3. Jika keraguan bertentangan dengan keyakinan maka keyakinan yang
    diambil.
  4. Sebuah perkara harus jelas berdasarkan keyakinan dan ketenangan.
    Tidak ada harganya keraguan dan kebimbangan.
  5. Berhati-hati dari sikap meremehkan terhadap urusan agama dan masalah
    bid’ah.
  6. Siapa yang membiasakan perkara syubhat maka dia akan berani
    melakukan perbuatan yang haram.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Abu Hurairah radhiallahunhu dia berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
"Merupakan tanda baiknya Islam seseorang, dia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya."(Hadits Hasan riwayat Turmuzi dan lainnya)

Pelajaran:
  1. Termasuk sifat-sifat orang muslim adalah dia menyibukkan dirinya
    dengan perkara-perkara yang mulia serta menjauhkan perkara yang hina dan
    rendah.
  2. Pendidikan bagi diri dan perawatannya dengan meninggalkan apa yang
    tidak bermanfaat didalamnya.
  3. Menyibukkkan diri dengan sesuatu yang tidak bermanfaat adalah kesiasiaan
  4. dan merupakan pertanda kelemahan iman.
  5. Anjuran untuk memanfaatkan waktu dengan sesuatu yang manfaatnya
    kembali kepada diri sendiri bagi dunia maupun akhirat.
  6. Ikut campur terhadap sesuatu yang bukan urusannya dapat
    mengakibatkan kepada perpecahan dan pertikaian diantara manusia.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik radiallahuanhu, pembantu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam, beliau bersabda:
"Tidak beriman salah seorang diantara kamu hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri."(Riwayat Bukhori dan Muslim)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits
  1. Seorang mu’min dengan mu’min yang lainnya bagaikan satu jiwa, jika
    dia mencintai saudaranya maka seakan-akan dia mencintai dirinya sendiri.
  2. Menjauhkan perbuatan hasad (dengki) dan bahwa hal tersebut
    bertentangan dengan kesempurnaan iman.
  3. Iman dapat bertambah dan berkurang, bertambah dengan ketaatan dan
    berkurang dengan kemaksiatan.
  4. Anjuran untuk menyatukan hati.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Ibnu Mas’ud radiallahuanhu dia berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
"Tidak halal darah seorang muslim yang bersaksi bahwa tidak ada Ilah selain Allah dan bahwa saya (Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam) adalah utusan Allah kecuali dengan tiga sebab : Orang tua yang berzina, membunuh orang lain (dengan sengaja), dan meninggalkan agamanya berpisah dari jamaahnya."(Riwayat Bukhori dan Muslim)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits
  1. Tidak boleh menumpahkan darah kaum muslimin kecuali dengan tiga
    sebab, yaitu : zina muhshon (orang yang sudah menikah), membunuh manusia
    dengan sengaja dan meninggalkan agamanya (murtad) berpisah dari jamaah
    kaum muslimin.
  2. Islam sangat menjaga kehormatan, nyawa dan agama dengan
    menjatuhkan hukuman mati kepada mereka yang mengganggunya seperti
    dengan melakukan zina, pembunuhan dan murtad.
  3. Sesungguhnya agama yang disepakati adalah yang dipegang oleh jamaah
    kaum muslimin, maka wajib dijaga dan tidak boleh keluar darinya.
  4. Hukum pidana dalam Islam sangat keras, hal itu bertujuan untuk
    mencegah (preventif) dan melindungi.
  5. Pendidikan bagi masyarakat untuk takut kepada Allah ta’ala dan selalu
    merasa terawasi oleh-Nya dan keadaan tersembunyi atau terbuka sebelum
    dilaksanakannya hukuman.
  6. Hadits diatas menunjukkan pentingnya menjaga kehormatan dan
    kesucian.
  7. Dalam hadits tersebut merupakan ancaman bagi siapa yang membunuh
    manusia yang diharamkan oleh Allah ta’ala.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi
wasallam bersabda:
"Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir  hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya" (Riwayat Bukhori dan Muslim)

Pelajaran :
  1. Iman terkait langsung dengan kehidupan sehari-hari.
  2. Islam menyerukan kepada sesuatu yang dapat menumbuhkan rasa cinta
    dan kasih sayang dikalangan individu masyarakat muslim.
  3. Termasuk kesempurnaan iman adalah perkataan yang baik dan diam dari
    selainnya .
  4. Berlebih-lebihan dalam pembicaraan dapat menyebabkan kehancuran,
    sedangkan menjaga pembicaraan merupakan jalan keselamatan.
  5. Islam sangat menjaga agar seorang muslim berbicara apa yang
    bermanfaat dan mencegah perkataan yang diharamkan dalam setiap kondisi.
  6. Tidak memperbanyak pembicaraan yang diperbolehkan, karena hal
    tersebut dapat menyeret kepada perbuatan yang diharamkan atau yang
    makruh.
  7. Termasuk kesempurnaan iman adalah menghormati tetangganya dan
    memperhatikanya serta tidak menyakitinya.
  8. Wajib berbicara saat dibutuhkan, khususnya jika bertujuan menerangkan
    yang haq dan beramar ma’ruf nahi munkar.
  9. Memuliakan tamu termasuk diantara kemuliaan akhlak dan pertanda
    komitmennya terhadap syariat Islam.
  10. Anjuran untuk mempergauli orang lain dengan baik.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Rasulullah sholallohu ‘alaihi wa sallam : (Ya Rasulullah) nasihatilah saya. Beliau bersabda :
"Jangan kamu marah. Beliau menanyakan hal itu berkali-kali. Maka beliau bersabda : Jangan engkau marah."
(Riwayat Bukhori )

Pelajaran yang terdapat dalam hadits:
  1. Anjuran bagi setiap muslim untuk memberikan nasihat dan mengenal
  2. perbuatan-perbuatan kebajikan, menambah wawasan ilmu yang bermanfaat
  3. serta memberikan nasihat yang baik.
  4. Larangan marah.
  5. Dianjurkan untuk mengulangi pembicaraan hingga pendengar menyadari
    pentingnya dan kedudukannya.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Abu Ya’la Syaddad bin Aus radhiallahuanhu dari Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Sesungguhnya Allah telah menetapkan perbuatan baik (ihsan) atas segala sesuatu . Jika kalian membunuh maka berlakulah baik dalam hal tersebut. Jika kalian menyembelih berlakulah baik dalam hal itu, hendaklah kalian mengasah pisaunya dan menyenangkan hewan sembelihannya."(Riwayat Muslim)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits:
  1. Syariat Islam menuntut perbuatan ihsan kepada setiap makhluk termasuk
    diantaranya adalah hewan.
  2. Tidak boleh menyiksa dan merusak tubuh sebagai sasaran dan tujuan,
    tidak juga boleh menyayat-nyayat orang yang dihukum qishash.
  3. Termasuk ihsan juga berbuat baik terhadap hewan ternak dan belas kasih
    terhadapnya. Tidak boleh membebaninya diluar kemampuannya serta tidak
    menyiksanya saat menyembelihnya.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Abu Zar, Jundub bin Junadah dan Abu Abdurrahman, Mu’az bin Jabal radhiallahuanhuma dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam beliau bersabda :
"Bertakwalah kepada Allah dimana saja kamu berada, iringilah keburukan dengan kebaikan niscaya menghapusnya dan pergauilah manusia dengan akhlak yang baik “(Riwayat Turmuzi, dia berkata haditsnya hasan, pada sebagian cetakan dikatakan hasan shahih).

Pelajaran yang terdapat dalam hadits:
  1. Takwa kepada Allah merupakan kewajiban setiap muslim dan dia
  2. merupakan asas diterimanya amal shalih.
  3. Bersegera melakukan ketaatan setelah keburukan secara langsung,
    karena kebaikan akan menghapus keburukan.
  4. Bersungguh-sungguh menghias diri dengan akhlak mulia.
  5. Menjaga pergaulan yang baik merupakan kunci kesuksesan, kebahagiaan
    dan ketenangan di dunia dan akhirat. Hal tersebut dapat menghilangkan
    dampak negatif pergaulan.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Abu Al Abbas Abdullah bin Abbas radhiallahuanhuma, beliau berkata :Suatu saat saya berada dibelakang nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, maka beliau bersabda :
"Wahai ananda, saya akan mengajarkan kepadamu beberapa perkara: Jagalah Allah, niscaya dia akan menjagamu, Jagalah Allah niscaya Dia akan selalu berada dihadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah.Ketahuilah sesungguhnya jika sebuah umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu atas sesuatu, mereka tidak akan dapat memberikan manfaat sedikitpun kecuali apa yang telah Allah tetapkan bagimu, dan jika
mereka berkumpul untuk mencelakakanmu atas sesuatu , niscaya mereka tidak akan mencelakakanmu kecuali kecelakaan yang telah Allah tetapkan bagimu. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering (Riwayat Turmuzi dan dia berkata : Haditsnya hasan shahih).
Dalam sebuah riwayat selain Turmuzi dikatakan : Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapatkan-Nya didepanmu. Kenalilah Allah di waktu senggang niscaya Dia akan mengenalmu di waktu susah. Ketahuilah bahwa apa yang ditetapkan luput darimu tidaklah akan menimpamu dan apa yang ditetapkan akan menimpamu tidak akan luput darimu, ketahuilah bahwa kemenangan bersama kesabaran dan kemudahan bersama kesulitan dan kesulitan bersama kemudahan).

Pelajaran yang terdapat dalam hadits
  1. Perhatian Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam dalam mengarahkan umatnya serta menyiapkan generasi mu’min idaman.
  2. Termasuk adab pengajaran adalah menarik perhatian pelajar agar timbul keinginannya terhadap pengetahuan sehingga hal tersebut lebih terkesan dalam dirinya.
  3. Siapa yang konsekwen melaksanakan perintah-perintah Allah, nicsaya Allah akan menjaganya di dunia dan akhirat.
  4. Beramal shalih serta melaksanakan perintah Allah dapat menolak bencana dan mengeluarkan seseorang dari kesulitan.
  5. Tidak mengarahkan permintaan apapun (yang tidak dapat dilakukan makhluk) selain kepada Allah semata.
  6. Manusia tidak akan mengalami musibah kecuali berdasarkan ketetapan Allah ta’ala .
  7. Menghormati waktu dan menggunakannya kepada sesuatu yang bermanfaat sebagaimana Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam memanfaatkan waktunya saat beliau berkendaraan.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amr Al Anshary Al Badry radhiallahuanhu dia berkata: Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Sesungguhnya ungkapan yang telah dikenal orang-orang dari ucapan nabi-nabi terdahulu adalah : Jika engkau tidak malu perbuatlah apa yang engkau suka (Riwayat Bukhori)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits:
  1. Malu merupakan tema yang telah disepakati oleh para nabi dan tidak
    terhapus ajarannya.
  2. Jika seseorang telah meninggalkan rasa malu, maka jangan harap lagi
    (kebaikan) darinya sedikitpun.
  3. Malu merupakan landasan akhlak mulia dan selalu bermuara kepada
    kebaikan. Siapa yang banyak malunya lebih banyak kebaikannya, dan siapa
    yang sedikit rasa malunya semakin sedikit kebaikannya.
  4. Rasa malu merupakan prilaku dan dapat dibentuk. Maka setiap orang
    yang memiliki tanggung jawab hendaknya memperhatikan bimbingan terhadap
    mereka yang menjadi tanggung jawabnya.
  5. Tidak ada rasa malu dalam mengajarkan hukum-hukum agama serta
    menuntut ilmu dan kebenaran . Allah ta’ala berfirman : “ Dan Allah tidak malu
    dari kebenaran “ (33 : 53).
  6. Diantara manfaat rasa malu adalah ‘Iffah (menjaga diri dari perbuatan
    tercela) dan Wafa’ (menepati janji)
  7. Rasa malu merupakan cabang iman yang wajib diwujudkan.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Abu Amr, -ada juga yang mengatakan- Abu ‘Amrah, Sufyan bin Abdillah Ats Tsaqofi radhiallahuanhu dia berkata, saya berkata :
Wahai Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam, katakan kepada saya tentang Islam sebuah perkataan yang tidak saya tanyakan kepada seorangpun selainmu. Beliau bersabda: Katakanlah: saya beriman kepada Allah, kemudian berpegang teguhlah.(Riwayat Muslim).

Pelajaran yang terdapat dalam hadits:
  1. Iman kepada Allah ta’ala harus mendahului ketaatan.
  2. Amal shalih dapat menjaga keimanan
  3. Iman dan amal saleh keduanya harus dilaksanakan.
  4. Istiqomah merupakan derajat yang tinggi.
  5. Keinginan yang kuat dari para shahabat dalam menjaga agamanya dan
    merawat keimanannya.
  6. Perintah untuk istiqomah dalam tauhid dan ikhlas beribadah hanya
    kepada Allah semata hingga mati.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Abu Abdullah, Jabir bin Abdullah Al Anshary radhiallahuanhuma :Seseorang bertanya kepada Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam, seraya berkata : Bagaimana pendapatmu jika saya melaksanakan shalat yang wajib, berpuasa Ramadhan, Menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram
dan saya tidak tambah sedikitpun, apakah saya akan masuk surga ?. Beliau
bersabda : Ya.(Riwayat Muslim)

Catatan :
* Seseorang yang bertanya dalam riwayat diatas adalah : An Nu’man bin
Qauqal.
  1. Setiap muslim dituntut untuk bertanya kepada ulama tentang syariat
    Islam, tentang kewajibannya dan apa yang dihalalkan dan diharamkan baginya
    jika hal tersebut tidak diketahuinya.
  2. Penghalalan dan pengharaman merupan aturan syariat, tidak ada yang
    berhak menentukannya kecuali Allah ta’ala.
  3. Amal shalih merupakan sebab masuknya seseorang kedalam surga.
  4. Keinginan dan perhatian yang besar dari para shahabat serta kerinduan
    mereka terhadap surga serta upaya mereka dalam mencari jalan untuk sampai
    ke sana.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Abu Malik Al Haritsy bin ‘Ashim Al ‘Asy’ary radhiallahuanhu dia berkata :Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :
"Bersuci adalah bagian dari iman, Al Hamdulillah dapat memenuhi timbangan, Subhanallah dan Al Hamdulillah dapat memenuhi antara langit dan bumi, Sholat adalah cahaya,shadaqah adalah bukti, Al Quran dapat menjadi saksi yang meringankanmu atau yang memberatkanmu. Semua manusia berangkat menjual dirinya, ada yang membebaskan dirinya (dari kehinaan dan azab) ada juga yang menghancurkan dirinya."(Riwayat Muslim).

Pelajaran yang terdapat dalam hadits
  1. Iman merupakan ucapan dan perbuatan, bertambah dengan amal shalih
    dan keta’atan dan berkurang dengan maksiat dan dosa.
    Amal perbuatan akan ditimbang pada hari kiamat dan dia memiliki
    beratnya.
  2. Bersuci merupakan syarat sahnya ibadah, karena itu harus diperhatikan.
  3. Menjaga shalat akan mendatangkan petunjuk dan memperbaiki kondisi
    seorang muslim terhadap manusia, membedakannya dengan akhlaknya dan
    perilakunya, kewara’annya dan ketakwaannya.
  4. Seruan untuk berinfaq pada jalan-jalan kebaikan dan bersegera
    melakukannya dimana hal tersebut merupakan pertanda benarnya keimanan.
  5. Anjuran untuk bersabar tatkala mengalami musibah, khususnya apa yang
    dialami seorang muslim karena perbuatan amar ma’ruf nahi munkar.
  6. Semangat membaca Al Quran dengan pemahaman dan mentadabburi
    (merenungkan) ma’nanya, menga-malkan kandungan-kandungannya karena
    hal tersebut dapat memberi syafaat bagi seorang hamba pada hari kiamat.
  7. Seorang muslim harus menggunakan waktunya dan umurnya dalam
    keta’atan kepada Allah ta’ala serta tidak mengabaikannya karena kesibukan
    lainnya.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 Dari Abu Dzar Al Ghifari radhiallahuanhu dari Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam sebagaimana beliau riwayatkan dari Rabbnya Azza Wajalla bahwa Dia berfirman: Wahai hambaku, sesungguhya aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku telah menetapkan haramnya (kezaliman itu) diantara
kalian, maka janganlah kalian saling berlaku zalim. Wahai hambaku semua kalian adalah sesat kecuali siapa yang Aku beri hidayah, maka mintalah hidayah kepada-Ku niscaya Aku akan memberikan kalian hidayah. Wahai hambaku, kalian semuanya kelaparan kecuali siapa yang aku berikan kepadanya makanan, maka mintalah makan kepada-Ku niscaya Aku berikan kalian makanan. Wahai hamba-Ku, kalian semuanya telanjang kecuali siapa yang aku berikan kepadanya pakaian, maka mintalah pakaian kepada-Ku niscaya Aku berikan kalian pakaian. Wahai hamba-Ku kalian semuanya melakukan kesalahan pada malam dan siang hari dan Aku mengampuni dosa semuanya, maka mintalah ampun kepada-Ku niscaya akan Aku ampuni. Wahai hamba-Ku sesungguhnya tidak ada kemudharatan yang dapat kalian lakukan kepada-Ku sebagaimana tidak ada kemanfaatan yang kalian berikan kepada-Ku. Wahai hambaku seandainya sejak orang pertama di antara kalian sampai orang terakhir, dari kalangan manusia dan jin semuanya berada dalam keadaan paling bertakwa di antara kamu, niscaya hal tersebut tidak menambah kerajaan-Ku sedikitpun. Wahai hamba-Ku seandainya sejak orang pertama di antara kalian sampai orang terakhir, dari golongan manusia dan jin di antara kalian, semuanya seperti orang yang paling durhaka di antara kalian, niscaya
hal itu mengurangi kerajaan-Ku sedikitpun juga. Wahai hamba-Ku, seandainya sejak orang pertama di antara kalian sampai orang terakhir semuanya berdiri di sebuah bukit lalu kalian meminta kepada-Ku, lalu setiap orang yang meminta Aku penuhi, niscaya hal itu tidak mengurangi apa yang ada pada-Ku kecuali
bagaikan sebuah jarum yang dicelupkan di tengah lautan. Wahai hamba-Ku, sesungguhnya semua perbuatan kalian akan diperhitungkan untuk kalian kemudian diberikan balasannya, siapa yang banyak mendapatkan kebaikaan maka hendaklah dia bersyukur kepada Allah dan siapa yang menemukan selain (kebaikan) itu janganlah ada yang dicela kecuali dirinya.(Riwayat Muslim)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits:
  1. Menegakkan keadilan di antara manusia serta haramnya kezaliman di
    antara mereka merupakan tujuan dari ajaran Islam yang paling penting.
  2. Wajib bagi setiap orang untuk memudahkan jalan petunjuk dan
    memintanya kepada Allah ta’ala.
  3. Semua makhluk sangat tergantung kepada Allah dalam mendatangkan
    kebaikan dan menolak keburukan terhadap dirinya baik dalam perkara dunia
    maupun akhirat.
  4. Pentingnya istighfar dari perbuatan dosa dan sesungguhnya Allah ta’ala
    akan mengampuninya.
  5. Lemahnya makhluk dan ketidakmampuan mereka dalam mendatangkan
    kecelakaan dan kemanfaatan.
  6. Wajib bagi setiap mu’min untuk bersyukur kepada Allah ta’ala atas ni’mat-
    Nya dan taufiq-Nya.
  7. Sesungguhnya Allah ta’ala menghitung semua perbuatan seorang hamba
    dan membalasnya.
  8. Dalam hadits terdapat petunjuk untuk mengevaluasi diri (muhasabah)
    serta penyesalan atas dosa-dosa.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Abu Dzar radhiallahuanhu : Sesungguhnya sejumlah orang dari shahabat Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Rasulullah shollallohu‘alaihi wa sallam: “ Wahai Rasululullah, orang-orang kaya telah pergi dengan membawa pahala yang banyak, mereka shalat sebagaimana kami shalat,mereka puasa sebagaimana kami puasa dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka (sedang kami tidak dapat melakukannya). (Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam) bersabda : Bukankah Allah telah menjadikan bagi
kalian jalan untuk bersedekah ? : Sesungguhnya setiap tashbih merupakan sedekah, setiap takbir merupakan sedekah, setiap tahmid merupakan sedekah, setiap tahlil merupakan sedekah, amar ma’ruf nahi munkar merupakan sedekah dan setiap kemaluan kalian merupakan sedekah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah masakah dikatakan berpahala seseorang diantara kami yang menyalurkan syahwatnya ?, beliau bersabda : Bagaimana pendapat kalian seandainya hal tersebut disalurkan dijalan yang haram, bukankah baginya dosa
?, demikianlah halnya jika hal tersebut diletakkan pada jalan yang halal, maka baginya mendapatkan pahala (Riwayat Muslim)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits :
  1. Sikap bijak dalam menanggapi berbagai kondisi serta mendatangkan
  2. kabar gembira bagi jiwa serta menenangkan perasaan.
  3. Para shahabat berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan.
  4. Luasnya keutamaan Allah ta’ala serta banyaknya pintu-pintu kebaikan
    yang dibuka bagi hamba-Nya.
  5. Semua bentuk zikir sesungguhnya merupakan shodaqoh yang dikeluarkan
    seseorang untuk dirinya.
  6. Kebiasaan-kebiasaan mubah dan penyaluran syahwat yang disyariatkan
    dapat menjadi ketaatan dan ibadah jika diiringi dengan niat shalih.
  7. Anjuran untuk meminta sesuatu yang dapat bermanfaat bagi seorang
    muslim dan yang dapat meningkatkan dirinya ke derajat yang lebih sempurna.
  8. Didalam hadits ini terdapat keutamaan orang kaya yang bersyukur dan
    orang fakir yang bersabar.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :
"Setiap anggota tubuh manusia wajib disedekahi, setiap hari dimana matahari terbit lalu engkau berlaku adil terhadap dua orang bertikai) adalah sedekah, engkau menolong seseorang yang berkendaraan lalu engkau bantu dia untuk naik kendaraanya atau mengangkatkan barangnya adalah sedekah, ucapan yang baik adalah sedekah, setiap langkah ketika engkau berjalan menuju shalat adalah sedekah dan menghilangkan gangguan dari jalan adalah sedekah."(Riwayat Bukhori dan Muslim)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits :
  1. Bersyukur kepada Allah ta’ala setiap hari atas kesehatan anggota badan.
  2. Allah telah menjadikan -sebagai rasa syukur terhadap ni’mat-Nya- setiap
    anggota badan untuk menolong hamba-hamba Allah ta’ala, bersedekah kepada
    mereka dengan menggunakannya sesuai kemaslahatannya.
  3. Temasuk sedekah adalah : Menahan tangan dan lisan untuk tidak
    menyakiti orang lain, justru seharusnya digunakan untuk menunaikan hak-hak
    setiap muslim.
  4. Jasad harus dikeluarkan zakatnya sebagaimana harta ada zakatnya. Zakat
    badan adalah melakukan perbuatan baik, bersedekah dan pintu-pintunya
    banyak.
  5. Anjuran untuk mendamaikan kedua belah fihak, tolong menolong,
    mengucapkan kalimat yang baik, berjalan menuju shalat dan menyingkirkan
    penghalang dari shalat.
  6. Anjuran untuk membersihkan sarana-sarana umum.
  7. Anjuran untuk melakukan keadilan, karena dengan keadilanlah ditegakkan
    langit dan bumi.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Nawwas bin Sam’an radhiallahuanhu, dari Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam beliau bersabda : “Kebaikan adalah akhlak yang baik, dan dosa adalah apa yang terasa mengaggu jiwamu dan engkau tidak suka jika diketahui manusia “(Riwayat Muslim)
Dan dari Wabishah bin Ma’bad radhiallahuanhu dia berkata : Saya mendatangi Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam, lalu beliau bersabda : Engkau datang untuk menanyakan kebaikan ?, saya menjwab : Ya. Beliau bersabda : Mintalah pendapat dari hatimu, kebaikan adalah apa yang jiwa dan hati tenang karenanya, dan dosa adalah apa yang terasa mengganggu jiwa dan menimbulkan keragu-raguan dalam dada, meskipun orang-orang memberi fatwa kepadamu dan mereka membenarkannya. (Hadits hasan kami riwayatkan dari dua musnad Imam Ahmad bin Hanbal dan Ad Darimi dengan sanad yang hasan)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits:
  1. Tanda perbuatan dosa adalah timbulnya keragu-raguan dalam jiwa dan
    tidak suka kalau hal itu diketahui orang lain.
  2. Siapa yang ingin melakukan suatu perbuatan maka hendaklah dia
    menanyakan hal tersebut pada dirinya .
  3. Anjuran untuk berakhlak mulia karena akhlak yang mulia termasuk unsur
    kebaikan yang sangat besar.
  4. Hati seorang mu’min akan tenang dengan perbuatan yang halal dan gusar
    dengan perbuatan haram.
  5. Melihat terlebih dahulu ketetapan hukum sebelum mengambil tindakan.
    Ambillah yang paling dekat dengan ketakwaan dan kewara’an dalam agama.
  6. Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam ketika menyampaikan sesuatu
    kepada para shahabatnya selalu mempertimbangkan kondisi mereka.
  7. Perhatian Islam terhadap pendidikan sisi agama yang bersifat internal
    dalam hati orang beriman dan meminta keputusannya sebelum mengambil
    tindakan.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Abu Najih Al Irbadh bin Sariah radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam memberikan kami nasehat yang membuat hati kami bergetar dan air mata kami bercucuran. Maka kami berkata : Ya Rasulullah, seakan-akan ini merupakan nasehat perpisahan, maka berilah kami wasiat. Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “ Saya wasiatkan kalian untuk bertakwa kepada Allah ta’ala, tunduk dan patuh kepada pemimpin kalian meskipun yang memimpin kalian adalah seorang budak. Karena di antara kalian yang hidup (setelah ini) akan menyaksikan banyaknya perselisihan. Hendaklah kalian berpegang teguh terhadap ajaranku dan ajaran Khulafaurrasyidin yang mendapatkan petunjuk, gigitlah (genggamlah dengan kuat) dengan geraham. Hendaklah kalian menghindari perkara yang diadaadakan,
karena semua perkara bid’ah adalah sesat “(Riwayat Abu Daud dan Turmuzi, dia berkata : hasan shahih)

Pelajaran:
  1. Bekas yang dalam dari nasehat Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam
    dalam jiwa para shahabat. Hal tersebut merupakan tauladan bagi para da’i di
    jalan Allah ta’ala.
  2. Taqwa merupakan yang paling penting untuk disampaikan seorang
    muslim kepada muslim lainnya, kemudian mendengar dan ta’at kepada
    pemerintah selama tidak terdapat didalamnya maksiat.
  3. Keharusan untuk berpegang teguh terhadap sunnah Nabi dan sunnah
    Khulafaurrasyidin, karena didalamnya terdapat kemenangan dan kesuksesan,
    khususnya tatkala banyak terjadi perbedaan dan perpecahan.
  4. Hadits ini menunjukkan tentang sunnahnya memberikan wasiat saat
    berpisah karena di dalamnya terdapat kebaikan dan kebahagiaan dunia dan
    akhirat.
  5. Larangan untuk melakukan hal yang baru dalam agama (bid’ah) yang
    tidak memiliki landasan dalam agama.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Mu’az bin Jabal radhiallahuanhu dia berkata : Saya berkata : Ya Rasulullah, beritahukan saya tentang perbuatan yang dapat memasukkan saya ke dalam surga dan menjauhkan saya dari neraka, beliau bersabda: Engkau telah bertanya tentang sesuatu yang besar, dan perkara tersebut mudah bagi mereka yang dimudahkan Allah ta’ala, : Beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukannya sedikitpun, menegakkan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji. Kemudian beliau (Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa
sallam) bersabda: Maukah engkau aku beritahukan tentang pintu-pintu surga ?; Puasa adalah benteng, Sodaqoh akan mematikan (menghapus) kesalahan sebagaimana air mematikan api, dan shalatnya seseorang di tengah malam (qiyamullail), kemudian beliau membacakan ayat (yang artinya) : “ Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya….”. Kemudian beliau bersabda: Maukah kalian aku beritahukan pokok dari segala perkara, tiangnya dan puncaknya ?,aku menjawab : Mau ya Nabi Allah. Pokok perkara adalah Islam, tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah Jihad. Kemudian beliau bersabda : Maukah kalian aku beritahukan sesuatu (yang jika kalian laksanakan) kalian dapat memiliki semua itu ?, saya berkata : Mau ya Rasulullah. Maka Rasulullah memegang lisannya lalu bersabda: Jagalah ini (dari perkataan kotor/buruk). Saya berkata: Ya Nabi Allah, apakah kita akan dihukum juga atas apa yang kita bicarakan ?, beliau bersabda: Ah kamu ini, adakah yang menyebabkan seseorang terjungkel wajahnya di neraka –atau sabda beliau : diatas hidungnya- selain buah dari yang diucapkan oleh lisan-lisan mereka . (Riwayat Turmuzi dan dia berkata: Haditsnya hasan shahih)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits:
  1. Perhatian shahabat yang sangat besar untuk melakukan amal yang dapat
  2. memasukkan mereka ke surga.
  3. Amal perbuatan merupakan sebab masuk surga jika Allah menerimanya
    dan hal ini tidak bertentangan dengan sabda Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa
    sallam “Tidak masuk surga setiap kalian dengan amalnya ”. Makna hadits
    tersebut adalah bahwa amal dengan sendirinya tidak berhak memasukkan
    seseorang ke surga selama Allah belum menerimanya dengan karunia-Nya dan
    Rahmat-Nya.
  4. Mentauhidkan Allah dan menunaikan kewajibannya adalah sebab
    masuknya seseorang ke dalam surga.
  5. Shalat sunnah setelah shalat fardhu merupakan sebab kecintaan Allah
    ta’ala kepada hambanya.
  6. Bahaya lisan dan perbuatannya akan dibalas dan bahwa dia dan
    mencampakkan seseorang ke neraka karena ucapannya.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Abi Tsa’labah Al Khusyani Jurtsum bin Nasyir radhiallahuanhu, dari Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam dia berkata : Sesungguhnya Allah ta’ala telah menetapkan kewajiban-kewajiban, maka janganlah kalian mengabaikannya, dan telah menetapkan batasan-batasannya janganlah kalian melampauinya, Dia telah mengharamkan segala sesuatu, maka janganlah kalian melanggarnya, Dia mendiamkan sesuatu sebagai kasih sayang buat kalian dan bukan karena lupa jangan kalian mencari-cari tentangnya .(Hadits hasan riwayat Daruquthni dan lainnya).(Hadits ini dikatagorikan sebagai hadits dho’if). Lihat Qowa’id wa Fawa’id Minal
Arbain An Nawawiah, karangan Nazim Muhammad Sulthan, hal. 262. Lihat pula
Misykatul Mashabih, takhrij Syaikh Al Albani, hadits no. 197, juz 1. Lihat pula
Jami’ Al Ulum wal Hikam, oleh Ibnu Rajab).
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Abu Abbas Sahl bin Sa’ad Assa’idi radhiallahuanhu dia berkata : Seseorang mendatangi Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam, maka beliau berkata :Wahai Rasulullah, tunjukkan kepadaku sebuah amalan yang jika aku kerjakan, Allah dan manusia akan mencintaiku, maka beliau bersabda: Zuhudlah terhadap dunia maka engkau akan dicintai Allah dan zuhudlah terhadap apa yang ada pada manusia maka engkau akan dicintai manusia.(Hadits hasan riwayat Ibnu Majah dan lainnya dengan sanad hasan)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits:
  1. Menuntut kecukupan terhadap dunia adalah perkara wajib, sedang zuhud
    adalah tidak adanya ketergantungan dan terpusatnya perhatian terhadapnya.
  2. Bersikap qanaah terhadap rizki yang halal dan ridho terhadapnya serta
    bersikap ‘iffah dari perbuatan haram dan hati-hati terhadap syubhat.
  3. Jiwa yang merasa cukup dan iffah serta berkorban dengan harta dan jiwa
    di jalan Allah merupakan hakekat zuhud
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Abu Sa’id, Sa’ad bin Sinan Al Khudri radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
“Tidak boleh melakukan perbuatan (mudharat) yang mencelakakan diri sendiri dan orang lain“
(Hadits hasan diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Daruqutni serta selainnya dengan sanad yang bersambung, juga diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Muwattho’ secara mursal dari Amr bin Yahya dari bapaknya dari Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam, dia tidak menyebutkan Abu Sa’id. Akan tetapi dia memiliki jalan-jalan yang menguatkan sebagiannya atas sebagian yang lain).

Pelajaran yang terdapat dalam hadits:
  1. Larangan melakukan sesuatau yang berbahaya.
  2. termasuk sesuatu yang diharamkan adalah sesuatu yang
    berbahaya seperti rokok, mengendarai kendaraan dengan ceroboh.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Ibnu Abbas radhiallahuanhuma, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : "Seandainya setiap pengaduan manusia diterima, niscaya setiap orang akan mengadukan harta suatu kaum dan darah mereka, karena itu (agar tidak terjadi hal tersebut) maka bagi pendakwa agar mendatangkn
bukti dan sumpah bagi yang mengingkarinya(Hadits hasan riwayat Baihaqi dan lainnya yang sebagiannya terdapat dalam As Shahihain)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits:
  1. Seorang hakim harus meminta dari kedua orang yang bersengketa
    sesuatu yang dapat menguatkan pengakuan mereka.
  2. Seorang hakim tidak boleh memutuskan sebuah perkara dengan
    menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal.
  3. Pada dasarnya seseorang bebas dari tuduhan hingga terbukti perbuatan
    jahatnya.
  4. Seorang hakim harus berusaha keras untuk mengetahui permasalahan
    sebenarnya dan menjelaskan hukumnya berdasarkan apa yang tampak
    baginya.
  5. Bersumpah hanya diperbolehkan atas nama Allah.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Abu Sa’id Al Khudri radiallahuanhu berkata : Saya mendengar Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Siapa yang melihat kemunkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah
selemah-lemahnya iman.(Riwayat Muslim)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits:
  1. Menentang pelaku kebatilan dan menolak kemunkaran adalah kewajiban
    yang dituntut dalam ajaran Islam atas setiap muslim sesuai kemampuan dan
    kekuatannya.
  2. Ridho terhadap kemaksiatan termasuk diantara dosa-dosa besar.
    Sabar menanggung kesulitan dan amar ma’ruf nahi munkar.
  3. Amal merupakan buah dari iman, maka menyingkirkan kemunkaran juga
    merupakan buahnya keimanan.
  4. Mengingkari dengan hati diwajibkan kepada setiap muslim, sedangkan
    pengingkaran dengan tangan dan lisan berdasarkan kemampuannya.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Janganlah kalian saling dengki, saling menipu, saling marah dan saling memutuskan hubungan. Dan janganlah kalian menjual sesuatu yang telah dijual kepada orang lain. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya,(dia) tidak menzaliminya dan mengabaikannya, tidak mendustakannya dan tidak menghinanya. Taqwa itu disini (seraya menunjuk dadanya sebanyak tiga
kali). Cukuplah seorang muslim dikatakan buruk jika dia menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim atas muslim yang lain; haram darahnya, hartanya,dan kehormatannya.(Riwayat Muslim)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits:
1. Larangan untuk saling dengki.
2. Larangan untuk berbuat keji dan menipu dalam urusan jual beli.
3. Diharamkan untuk memutuskan hubungan terhadap muslim. Sebaliknya
harus dijaga persaudaraan dan hak-haknya karena Allah Ta’ala.
4. Islam bukan hanya aqidah dan ibadah saja, tetapi juga didalamnya
terdapat urusan akhlak dan muamalah.
5. Hati merupakan sumber rasa takut kepada Allah Ta’ala.
6. Taqwa merupakan barometer keutamaan dan timbangan seseorang.
7. Islam memerangi semua akhlak tercela karena hal tersebut berpengaruh
negatif dalam masyarakat Islam.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
"Siapa yang menyelesaikan kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, niscaya Allah akan memudahkan kesulitankesulitannya hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang
kesulitan niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat dan siapa yang menutupi (aib) seorang muslim Allah akan tutupkan aibnya di dunia dan akhirat. Allah selalu menolong hambanya selama hambanya menolong saudaranya. Siapa yang menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu, akan Allah mudahkan baginya jalan ke syurga. Sebuah kaum yang berkumpul di salah satu rumah Allah membaca kitab-kitab Allah dan mempelajarinya di antara mereka, niscaya akan diturunkan kepada mereka ketenangan dan dilimpahkan
kepada mereka rahmat, dan mereka dikelilingi malaikat serta Allah sebut-sebut mereka kepada makhluk disisi-Nya. Dan siapa yang lambat amalnya, hal itu tidak akan dipercepat oleh nasabnya.(Riwayat Muslim)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits:
  1. Siapa yang membantu seorang muslim dalam menyelesaikan
    kesulitannya, maka akan dia dapatkan pada hari kiamat sebagai tabungannya
    yang akan memudahkan kesulitannya di hari yang sangat sulit tersebut.
  2. Sesungguhnya pembalasan disisi Allah ta’ala sesuai dengan jenis
    perbuatannya.
  3. Berbuat baik kepada makhluk merupakan cara untuk mendapatkan
    kecintaan Allah Ta’ala.
  4. Membenarkan niat dalam rangka mencari ilmu dan ikhlas di dalamnya
    agar tidak menggugurkan pahala sehingga amalnya dan kesungguhannya siasia.
  5. Memohon pertolongan kepada Allah ta’ala dan kemudahan dari-Nya,
    karena ketaatan tidak akan terlaksana kecuali karena kemudahan dan kasih
    sayang-Nya.
  6. Selalu membaca Al Quran, memahaminya dan mengamalkannya.
  7. Keutamaan duduk di rumah Allah untuk mengkaji ilmu.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Ibnu Abbas radhiallahuanhuma, dari Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam sebagaimana dia riwayatkan dari Rabbnya Yang Maha Suci dan Maha Tinggi :Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebaikan dan keburukan, kemudian menjelaskan hal tersebut : Siapa yang ingin melaksanakan kebaikan kemudian
dia tidak mengamalkannya, maka dicatat disisi-Nya sebagai satu kebaikan penuh. Dan jika dia berniat melakukannya dan kemudian melaksanakannya maka Allah akan mencatatnya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat bahkan hingga kelipatan yang banyak. Dan jika dia berniat melaksanakan keburukan kemudian dia tidak melaksanakannya maka baginya satu kebaikan penuh, sedangkan jika dia berniat kemudian dia melaksanakannya Allah mencatatnya sebagai satu keburukan.
(Riwayat Bukhori dan Muslim dalam kedua shahihnya dengan redaksi ini).

Pelajaran.
  1. Kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya yang beriman sangat luas dan
    ampunannya menyeluruh sedang pemberian-Nya tidak terbatas.
  2. Sesungguhnya apa yang tidak kuasa oleh manusia, dia tidak
    diperhitungkan dan dipaksa menunaikannya.
  3. Allah tidak menghitung keinginan hati dan kehendak perbuatan manusia
    kecuali jika kemudian dibuktikan dengan amal perbuatan dan praktik.
  4. Seorang muslim hendaklah meniatkan perbuatan baik selalu dan
    membuktikannya, diharapkan dengan begitu akan ditulis pahalanya dan
    ganjarannya dan dirinya telah siap untuk melaksanakannya jika sebabnya telah
    tersedia.
  5. Semakin besar tingkat keikhlasan semakin berlipat-lipat pahala dan
    ganjaran.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Ibnu Abbas radiallahuanhuma : Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi
wasallam bersabda :
"Sesungguhnya Allah ta’ala memafkan umatku karena aku (disebabkan beberapa hal) : Kesalahan, lupa dan segala sesuatu yang dipaksa“(Hadits hasan diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Baihaqi dan lainnya)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits:
  1. Allah ta’ala mengutamakan umat ini dengan menghilangkan berbagai
  2. kesulitan dan memaafkan dosa kesalahan dan lupa.
  3. Sesungguhnya Allah ta’ala tidak menghukum seseorang kecuali jika dia
    sengaja berbuat maksiat dan hatinya telah berniat untuk melakukan
    penyimpangan dan meninggalkan kewajiban dengan sukarela .
  4. Manfaat adanya kewajiban adalah untuk mengetahui siapa yang ta’at dan
    siapa yang membangkang.
  5. Ada beberapa perkara yang tidak begitu saja dimaafkan. Misalnya
    seseorang melihat najis di bajunya akan tetapi dia mengabaikan untuk
    menghilangkannya segera, kemudian dia shalat dengannya karena lupa, maka
    wajib baginya mengqhada shalat tersebut. Contoh seperti itu banyak terdapat
    dalam kitab-kitab fiqh.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Ibnu Umar radhiallahuanhuma berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam memegang pundak kedua pundak saya seraya bersabda : Jadilah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau pengembara “, Ibnu Umar berkata : Jika kamu berada di sore hari jangan tunggu pagi hari, dan jika kamu berada di pagi hari jangan tunggu sore hari, gunakanlah kesehatanmu untuk (persiapan saat) sakitmu dan kehidupanmu untuk kematianmu “(Riwayat Bukhori)

Pelajaran :
Bersegera mengerjakan pekerjaan baik dan memperbanyak ketaatan,
tidak lalai dan menunda-nunda karena dia tidak tahu kapan datang ajalnya.
2. Menggunakan berbagai kesempatan dan momentum sebelum hilangnya
berlalu.
3. Zuhud di dunia berarti tidak bergantung kepadanya hingga mengabaikan
ibadah kepada Allah ta’ala untuk kehidupan akhirat.
4. Hati-hati dan khawatir dari azab Allah adalah sikap seorang musafir yang
bersungguh-sungguh dan hati –hati agar tidak tersesat.
5. Waspada dari teman yang buruk hingga tidak terhalang dari tujuannya.
6. Pekerjaan dunia dituntut untuk menjaga jiwa dan mendatangkan manfaat,
seorang muslim hendaknya menggunakan semua itu untuk tujuan akhirat.
7. Bersungguh-sungguh menjaga waktu dan mempersiapkan diri untuk
kematian dan bersegera bertaubat dan beramal shaleh.
8. Rasulullah memegang kedua pundak Abdullah bin Umar, adalah agar
beliau memperhatikan apa yang akan beliau sampaikan. Menunjukkan bahwa
seorang pelajar harus diajarkan tentang perhatian gurunya kepadanya dan
kesungguhannya untuk menyampaikan ilmu kedalam jiwanya. Hal ini dapat
menyebabkan masuknya ilmu, sebagaimana hal itu juga menunjukkan
kecintaan Rasulullah kepada Abdullah bin Umar, karena hal tersebut pada
umumnya dilakukan oleh seseorang kepada siapa yang dicintainya.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : "Tidak beriman salah seorang di antara kalian hingga hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa “Hadits hasan shahih dan kami riwayatkan dari kitab Al Hujjah dengan sanad yang shahih.(Hadits ini tergolong dho’if. Lihat Qowa’id Wa Fawa’id minal Arba’in An- Nawawiyah, karangan Nazim Muhammad Sulthan hal. 355, Misykatul Mashabih takhrij Syaikh Al Albani, hadits no. 167, juz 1, Jami’ Al Ulum wal Hikam oleh
Ibn Rajab)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Anas Radhiallahuanhu dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Allah Ta’ala berfirman: "Wahai anak Adam, sesungguhnya Engkau berdoa kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, maka akan aku ampuni engkau, Aku tidak peduli (berapapun banyaknya dan besarnya dosamu). Wahai anak Adam seandainya dosa-dosamu (sebanyak) awan di langit kemudian engkau minta ampun kepada-Ku niscaya akan Aku ampuni engkau. Wahai anak Adam sesungguhnya jika engkau datang kepadaku dengan kesalahan sepenuh bumi kemudian engkau menemuiku dengan tidak menyekutukan Aku sedikitpun maka akan Aku temui engkau dengan sepenuh itu pula ampunan “(Riwayat Turmuzi dan dia berkata : haditsnya hasan shahih).

Pelajaran yang terdapat dalam hadits:
1. Berdoa diperintahkan dan dijanjikan untuk dikabulkan.
2. Pemberian maaf Allah dan ampunan-Nya lebih luas dan lebih besar dari
dosa seorang hamba jika dia minta ampun dan bertaubat.
3. Berbaik sangka kepada Allah Ta’ala, Dialah semata Yang Maha
Pengampun bagi orang yang bertaubat dan istighfar.
4. Tauhid adalah pokok ampunan dan sebab satu-satunya untuk meraihnya.
5. Membuka pintu harapan bagi ahli maksiat untuk segera bertaubat dan
menyesal betapapun banyak dosanya.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

GIF Animasi

Label 2

Latest Post

Label 3

.

Label 4

Kumpulan Mp3 Islami

Label 5

Cerita Islami

Label 6

.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Syarah Khansa - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger